Dubes Hermono: Diplomat harus tegas bela kepentingan bangsa

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Kuala Lumpur (ANTARA) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia Dato' Indera Hermono menyatakan para diplomat harus tegas membela kepentingan bangsanya.

Hal itu disampaikan Hermono dalam amanatnya di acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, di akhir masa tugasnya sebagai duta besar.

"Ini pelajaran bagi para diplomat, bahwa kita juga harus tegas dalam membela kepentingan kita, tanpa ada keragu-raguan kalau itu sudah menyangkut kepentingan kita, kita harus fight at any cost," kata Hermono.

Dia mengingatkan kepada para diplomat muda, bahwa diplomat di luar negeri memiliki tanggung jawab untuk menjaga martabat bangsa, menjaga harga diri bangsa dan menjaga warga negara Indonesia.

Dia mengatakan kerja sama tim merupakan kunci dari segala pencapaian. Berkat kerja sama tim KBRI KL telah berhasil menyelesaikan tugas-tugas diplomasi dan pelindungan warga negara Indonesia selama lima tahun terakhir, termasuk saat pandemi COVID-19.

"Bahkan yang tidak kasat mata, kita telah berhasil mengirimkan pesan kepada pemerintah Malaysia bahwa kita bangsa yang punya harga diri, bahwa rakyat kita tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang dan bahwa kita tidak akan berdiam diri kalau warga kita diperlakukan tidak sebagaimana mestinya," ujar Dubes Hermono.

Dia juga menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia adalah hubungan saling bergantung satu sama yang lain.

Dia mencontohkan, dalam hal ketenagakerjaan, mungkin ada pandangan bahwa Indonesia lah yang bergantung kepada Malaysia untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi pekerja migran. Namun hal tersebut tidak benar.

Menurutnya Malaysia juga memerlukan Indonesia untuk mengirimkan tenaga kerjanya. Hal itu terbukti ketika Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia, dan Negeri Jiran merasakan dampaknya.

"Saya ingin membuktikan bahwa bukan tergantung, tapi kita sama-sama memerlukan. Kalau Malaysia memerlukan tenaga kerja dari Indonesia, maka perlakukan mereka (pekerja Indonesia) sebagaimana mestinya," kata Hermono.

Hermono menyampaikan persoalan tersebut mungkin terdengar sepele bagi mereka yang tidak merasakan prosesnya. Namun dia mengingatkan bahwa hal tersebut merupakan pelajaran penting bagi diplomat, agar senantiasa memperjuangkan kepentingan bangsa.

Pada Jumat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyelenggarakan kegiatan serah terima jabatan Kepala Perwakilan dan Kepala Kanselerai di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

Sertijab tersebut diselenggarakan menyusul berakhirnya masa tugas Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia Dato' Indera Hermono.
Dubes Hermono menandatangani naskah berita acara serah terima (BAST), di mana tugas, wewenang dan tanggungjawab Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur diserahkan kepada Wakil Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Danang Waskito yang bertugas sebagai Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI).

Sementara tugas dan tanggung jawab Wakil Kepala Perwakilan KBRI KL diserahkan kepada Minister Counsellor KBRI KL Hendra Purnama Iskandar yang bertugas sebagai Kepala Kanselerai.

Baca juga: Dubes Hermono: Malaysia negara paling berkesan selama menjadi diplomat

Baca juga: Riwayat Mochtar Kusumaatmadja yang dianugerahi Pahlawan Nasional

Baca juga: Pendiri FPCI: Diplomat RI perlu terlibat di forum intelektual global

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article