Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kajian kejadian luar biasa (KLB) program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca-kejadian keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMP di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
"Kami sudah melaksanakan rapat koordinasi keamanan pangan bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Selain itu, kami melakukan kajian KLB MBG dengan melibatkan Dinas Pendidikan, sekolah, puskesmas, Kemenag, serta perwakilan SPPG," kata Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Jumat.
Kajian itu, kata dia, juga melibatkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito dan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI).
Dinkes DIY juga melakukan penyelidikan epidemiologi KLB keamanan pangan sebagai bagian dari langkah investigasi pasca-insiden tersebut.
Baca juga: BGN kirim sampel ke labkesda, respons dugaan keracunan MBG di Cianjur
Dia menjelaskan langkah lain yang ditempuh, meliputi pelatihan dan bimbingan teknis keamanan pangan serta pengadaan uji laboratorium di tempat pengolahan pangan sekolah, termasuk MBG.
"Kami juga memastikan pendampingan dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota saat pelatihan," ujar dia.
Sebagai bagian dari investigasi, kata Pembajun, puskesmas turut diminta melakukan inspeksi kesehatan lingkungan untuk mendeteksi potensi cemaran bakteri, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus, yang sering menjadi penyebab kasus keracunan pangan.
Kasus keracunan massal di Sleman dilaporkan pada Rabu (13/8), dengan total 212 siswa terdampak dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.
Seluruh siswa diketahui mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG yang disalurkan ke sekolah masing-masing.
Dari jumlah itu, 113 siswa berobat ke puskesmas, 19 rawat inap di RSUD Sleman, tiga siswa dirawat di RSA UGM, sedangkan sisanya hanya mengalami gejala ringan.
Baca juga: RSUD Lebong Bengkulu kirim sampel MBG penyebab keracunan massal
Baca juga: Soto ayam penyebab keracunan massal di posyandu Tulungagung
Baca juga: BGN terbitkan panduan operasional perketat pengawasan keamanan MBG
Pewarta: Luqman Hakim
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.