Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tegas Tidak Ingin Melatih Manchester United

21 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta Ole Gunnar Solskjaer mengenang momen unik ketika Carlo Ancelotti tiba-tiba memasuki area teknisnya saat Everton menghadapi Manchester United. Saat itu, Ancelotti mengatakan bahwa ia tak ingin menangani Manchester United karena tekanannya terlalu besar.

Solskjaer menjabat hampir tiga tahun sebelum akhirnya diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih. Ia menjadi mantan pemain United pertama yang dipercaya penuh memimpin tim setelah era Sir Alex Ferguson.

Performa klub memang menurun sejak masa kejayaan Ferguson berakhir. Namun, ekspektasi besar terhadap Manchester United tetap tidak pernah berkurang dari musim ke musim.

Carlo Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang pernah menangani berbagai klub raksasa Eropa. Mulai dari Real Madrid, Bayern Munchen, AC Milan, PSG hingga Chelsea pernah merasakan sentuhannya.

Solskjaer mengaku bahwa Ancelotti langsung mengungkapkan ketidakinginannya melatih United pada saat pertandingan berlangsung. Momen itu menjadi gambaran betapa beratnya beban yang menempel pada kursi pelatih Manchester United.

Ancelotti Menolak Karena Tekanan Terlalu Besar

Solskjaer mengingat betul satu pertandingan ketika Manchester United berjumpa Everton dan Ancelotti tiba-tiba masuk ke area teknisnya. Ofisial keempat lalu menegur Ancelotti dan bercanda menanyakan apakah ia ingin mengambil posisi Solskjaer.

Menurut Solskjaer, Ancelotti tidak memerlukan waktu lama untuk merespons candaan tersebut. Ia menyampaikan penolakan secara spontan karena memahami tingginya beban pekerjaan itu.

“Saya ingat satu pertandingan melawan Everton. Saya berdiri di area teknis dan Carlo Ancelotti berjalan masuk ke area saya, lalu ofisial keempat berkata, Carlo, Anda harus kembali ke area teknis kecuali Anda ingin mengambil pekerjaan Ole,” ujar Solskjaer kepada BBC.

“Ia langsung berkata tidak, tidak, tidak, tekanannya terlalu besar. Pekerjaan itu punya tekanan yang terlalu berat,” kata Ancelotti menurut cerita Solskjaer.

Tekanan adalah Privilege, Tapi Hasil Tetap Menentukan

Solskjaer menuturkan bahwa menjadi manajer Manchester United memang membawa kebanggaan tersendiri. Namun ia tidak menutup mata bahwa posisi tersebut menuntut hasil instan.

Ia menjelaskan bahwa suasana kerja di klub sebenarnya positif, tetapi enam pekan buruk membuat segalanya berubah. United tidak memiliki ruang untuk performa negatif dalam periode sepanjang itu.

“Tekanan adalah sebuah privilese, dan saya merasa terhormat menjadi manajer Manchester United,” ungkap Solskjaer.

“Namun pada akhirnya Anda butuh hasil, dan sayangnya kami mengalami enam pekan yang sangat buruk, dan itu terlalu lama untuk klub sebesar Manchester United,” kata Solskjaer.

Waktu yang Salah untuk Memimpin Manchester United

Solskjaer mengaku memperlihatkan kemajuan bersama tim, meski gagal membawa pulang trofi. Kekalahan di beberapa semifinal hingga final Liga Europa menjadi pukulan yang sulit diterima.

Ia mengatakan bahwa momen ia memimpin United bertepatan dengan era keemasan dua tim terbaik dunia saat itu. Kehadiran Jurgen Klopp dan Pep Guardiola membuat persaingan semakin berat.

“Ini bukan tentang mendapatkan pujian,” tutur Solskjaer.

“Itu adalah waktu terburuk untuk menjadi manajer Manchester United karena ada Jurgen Klopp dengan Liverpool dan Pep Guardiola dengan Manchester City, dua tim terbaik dunia saat itu,” ucap Solskjaer.

Sumber: Mirror

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Read Entire Article