APBD DIY 2026 Disahkan, Anggaran Rp 100 Juta per Kalurahan Tetap Dialokasikan

7 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- DPRD DIY bersama Pemerintah Daerah DIY resmi mengetok palu pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DIY 2026 dalam rapat paripurna yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Kesepakatan tersebut menjadi landasan utama pengelolaan fiskal daerah pada tahun mendatang di tengah tekanan anggaran akibat penurunan transfer pusat.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto memastikan sejumlah program prioritas tetap dijaga, termasuk reformasi kalurahan dan penanganan stunting yang menjadi fokus beberapa tahun terakhir. Konsistensi anggaran reformasi kalurahan yang tetap dipertahankan ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi fiskal dalam kondisi yang tidak mudah, legislator DIY tetap mengutamakan program yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.

Adapun belanja daerah 2026 dirancang mencapai Rp 5,43 triliun, yang meliputi belanja operasional sebesar Rp 3,54 triliun, belanja modal sekitar Rp 783 miliar, belanja tidak terduga Rp 15 miliar, serta belanja transfer sekitar Rp 1,08 triliun. Dengan struktur tersebut, RAPBD DIY 2026 menetapkan defisit Rp 356 miliar yang nantinya akan ditutup melalui pembiayaan netto dengan nilai serupa.

"Alhamdulillah anggaran itu bisa kita pertahankan, tidak dikoreksi, tidak dibatalkan," kata Eko, Jumat (28/11/2025).

Anggaran itu, harapannya dapat membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat, dengan alokasi Rp 100 juta per kalurahan/kelurahan sebagai bagian dari implementasi Perda DIY Nomor 3 Tahun 2024.

"Setiap kalurahan tahun 2026, itu akan mendapatkan anggaran sejumlah Rp 100 juta per kalurahan. Kemudian untuk kelurahan juga sama," ungkapnya.

Komisi A DPRD DIY menegaskan penguatan layanan dasar di tingkat kelurahan/desa tidak boleh terdampak oleh tekanan anggaran tahun mendatang. Anggaran Rp100 juta per kalurahan akan kembali diarahkan untuk mendukung program kerakyatan, termasuk intervensi gizi dan layanan kesehatan ibu-anak.

Eko menyoroti persoalan stunting di Kota Yogyakarta dan menargetkan penurunan lebih agresif pada tahun 2026. Menurutunya capaian Kota Yogyakarta pada tahun ini sudah menunjukkan hasil positif dan harus dilanjutkan dengan dukungan pembiayaan yang memadai.

"Kita melihat di kota Yogyakarta, di tahun ini kan juga kita bantu Rp 100 juta per kalurahan untuk penanganan stunting. Angkanya, laporan dari Pemkot bahwa dalam satu tahun terakhir itu ada penurunan signifikan prevalensi stunting. Dari 14 persen menjadi sekitar 9 persen," ungkap Eko.

Angka tersebut sebagai bukti bahwa alokasi ini tepat sasaran dan harus dipertahankan. Dengan demikian, alokasi Rp 100 juta per kalurahan kembali menjadi instrumen penting dalam memastikan percepatan layanan gizi, edukasi keluarga, dan integrasi data antara kelurahan, Puskesmas, dan Posyandu.

"Ini saya kira kemajuan-kemajuan yang bisa dicapai dari program itu dan tahun depan kita akan teruskan," katanya.

Selain stunting, persoalan pemanfaatan tanah kas kalurahan juga kembali mencuat dalam pembahasan Komisi A. Maraknya kasus penyalahgunaan aset desa dinilai perlu ditangani tidak hanya melalui proses hukum, tetapi juga lewat edukasi dan pembinaan teknis yang lebih sistematis.

Eko Suwanto menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas perangkat desa agar kesalahan tata kelola tidak berulang.

"Yang terakhir, yang juga penting tadi kita bicarakan ini adalah bagaimana ada edukasi bagi masyarakat, khususnya perangkat kalurahan di dalam kemanfaatan tanah kalurahan dan tanah kalurahan Agar kasus-kasus seperti kemarin yang terjadi penyalahgunaan ini tidak terulang-ulang," ujarnya.

Read Entire Article